Histeris sebagai tersangka, Wanita Emas Hasnaeni pura-pura sakit

Histeris sebagai tersangka, Wanita Emas Hasnaeni pura-pura sakit
Jakarta, CNN Indonesia

Kejaksaan Agung (SEBELUM), kata tersangka korupsi proyek fiktif PT Waskita Beton Precast (WBP) Hasnaeni Moeen juga dikenal sebagai “Wanita Emas”, dia tidak bekerja sama ketika dia akan menjalani ujian.

Kuntadi, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, mengatakan ‘Perempuan Emas’ kerap menipu penyidik ​​saat hendak dimintai keterangan.

“Yang berkepentingan beberapa kali absen, ada somasi, artinya dia tidak kooperatif. Makanya penyidik ​​membawa mereka,” katanya dalam konferensi pers yang dikutip Jumat (23/9).

Kuntadi mengatakan Hasnaeni masih berusaha menghindari penyidik ​​dengan berpura-pura sakit dan meminta dirawat di rumah sakit. Pihaknya juga berkoordinasi dengan rumah sakit dan dokter terkait.

READ  Bertemu pahlawan wanita untuk panutan yang perlu Anda temui

“Tadi malam, korban datang ke RS MNC untuk berobat. Karena dia sakit, berdasarkan kondisi itu, kami berkonsultasi dengan administrasi dan dokter yang bersangkutan,” jelasnya.

Namun, kata Kuntadi, strategi Hasnaeni gagal total. Tim dokter rumah sakit menilai Zlatnata dalam keadaan sehat dan bisa dihadirkan untuk diperiksa oleh Kementerian Umum.

“Kesimpulannya, orang tersebut dalam keadaan sehat dan dapat dirujuk ke Kementerian Umum”, ujarnya.

Tekad tersangka Hasnaeni diwarnai “drama” setelah ia berteriak histeris saat hendak dibawa ke tahanan kejaksaan.

Hasnaeni memakai rompi penjara kejaksaan. Dia juga terlihat di kursi roda dengan tangan diborgol. Selanjutnya, ia juga berusaha menutupi wajahnya dengan kain putih.

Dalam kasus ini, Kejaksaan Agung menetapkan tujuh tersangka korupsi dalam berbagai proyek fiktif terkait pembangunan jalan tol dan pembelian batu, pasir, dan penjualan tanah.

READ  Kapolri Umumkan 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Termasuk Dirut PT LIB!

Ketujuh tersangka tersebut adalah mantan Direktur Pemasaran PT Waskita Beton Precast berinisial AW, GM Marketing AP Waskita Beton, tim ahli pemasaran BP dan pensiunan Waskita berinisial A.

Juga mantan Dirut PT Waskita Beton Precast Jarot Subana, mantan GM PT Waskita Kristadi Juli Hardjanto dan Dirut PT Misi Mulia Metrikal Hasnaeni.

Tersangka diduga melakukan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan kekuasaan dengan melakukan pemesanan fiktif, pesanan barang tidak dapat digunakan dan beberapa pesanan tidak dapat dilacak. Dalam kasus ini, kerugian negara mencapai Rp 2,5 triliun.

Para tersangka diduga melanggar Pasal 2(1), Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Tindak pidana korupsi menurut ketentuan pasal 55 angka 1 KUHP Pertama.

READ  TuneCable Spotify Downloader 1.4.3 dengan crack {2021}

(tfq/dari)

[Gambas:Video CNN]

Source : foxyclicks.com

You May Also Like

About the Author: Omar Dzaki Khawarizmi